Wisata Bukit P-28 Bondowoso



bukit P-28 bondowoso
Bondowoso – Untuk yang kesekian kalinya, team adventure wisata menggunjungi kota di propinsi Jawa Timur ini. Seperti biasanya, team kami berusaha mencari informasi trend wisata baru yang lagi berkembang di kota Bondowoso ini. Sasaran team kami adalah sebuah wisata baru yang berada di selatan kota Bondowoso, tepat di bawah kaki gunung Argopuro, sebuah wisata alam yang dikemas dengan spot-spot selfie yang menarik dan banyak disukai terutama dikalangan anak-anak muda. Wisata baru ini bernama bukit P-28 yang merupakan singkatan dari nama dusun dimana tempat itu berada dan 28 diambil dari nomer blok petak hutan, karena wisata tersebut berada dalam wilayah perhutani. Bukit P-28 terletak di dusun Pattirana, Desa Wonosari, Kecamatan Grujugan – Kabupaten Bondowoso. Untuk menuju ke lokasi dari kota Bondowoso, bisa ditempuh dengan kendaraan roda 2 dan 4 dengan mengambil rute dari Bondowoso ke arah Jember. Setelah sampai di kecamatan Grujugan, setelah pondok pesantren Al-Islah, terdapat sebuah mini market yang disebelahnya terdapat sebuah jalan beraspal kecil, arahkan kendaraan anda mengikuti jalan kecil tersebut. Jalan menuju P-28 lumayan bagus, meski kecil dan aspalnya beberapa tempat berlubang namun cukup mudah karena banyak petunjuk jalan untuk menuju ke lokasi. Diperkirakan dari Bondowoso memerlukan waktu tempuh sekitar 1 jam perjalanan. Setelah melewati gapura selamat datang di dusun Pattirana, ikuti jalan menuju ke atas hingga sampai di sebuah lapangan, di tempat itu pengunjung bisa parkir kendaraan dengan tarif Rp. 3000,- untuk kendaraan roda 2 dan 10.000,- roda 4, setelah itu perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki menyusuri jalan setapak di tepi hutan pinus. Oo iya jangan lupa membeli tiket masuk diloket yang letaknya sekitar 200 meter dari tempat parkir, harga tiket masuk Rp.5.000,- per orang, gimana cukup murah bukan ??
air terjun pengantin
Setelah membeli tiket masuk, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki melewati jalan setapak dengan pemandangan perbukitan hijau dan sungai yang mengalir dibawahnya dengan udara yang sejuk, jalan tersebut  bila dimusim hujan lumayan becek dan licin jadi lebih baik gunakan sepatu atau sandal khusus outdoor. Setelah berjalan kira-kira 20 menit, akan bertemu percabangan jalan kecil dipinggir hutan pinus dengan papan petunjuk, ke kiri menuju ke atas adalah arah ke puncak bukit P-28 sedangkan yang lurus menuju ke air terjun. Team adventure memutuskan untuk menuju kearah air terjun terlebih dahulu karena hari masih siang dan rencana ingin berburu sunset di puncak bukit P-28. Perjalanan menuju ke air terjun di tempuh dengan berjalan kaki, menuruni perbukitan ke arah sungai dibawah yang beraliran cukup deras dan jernih. Setelah melewati jembatan dari bambu, dilanjutkan menyusuri jalan setapak kecil naik ke perbukitan hingga bertemu papan petunjuk arah yang dipasang pada sebuah pohon. Bila anda ragu-ragu, bisa bertanya pada penduduk sekitar yang kebetulan banyak membuka lahan perkebunan di sekitar perbukitan ini. Di perkirakan jarak menuju ke air terjun sekitar 2 Km atau lebih dari 1 jam dengan berjalan kaki, jadi persiapkanlah perbekalan terutama air minum. Dari papan petunjuk arah, kemudian ambil jalan kecil ke kiri, menuruni lereng perbukitan menuju ke sungai, setelah melewati jembatan bambu, ikuti jalan di tepi sungai, melewati pinggiran tebing di sebelah sungai dan  sekitar 200 meter kemudian akan bertemu sebuah pondok kecil dari kayu, di balik pondok itulah terdapat sebuah air tejun kecil dengan ketinggian 5 meter dengan aliran yang jernih dan deras. Air terjun tersebut di beri nama Air terjun Pajangan I atau air terjun pengantin. Lokasi air terjun ini telah di desain dengan menarik, dengan membuat tangga dari besi di sisi tebing kiri air terjun menuju ke bagian atas dan di atas air terjun tersebut terdapat sebuat jembatan dari besi dengan desain pagar jembatan berbentuk love dan terdapat banyak tulisan-tulisan dengan kata-kata indah yang terpajang di pohon-pohon di sekitar jembatan. Tempat ini sangat menarik untuk spot selfie  dan ada juga yang memanfaatkan tempat ini sebagai tempat foto prewedding. Tidak jauh dari lokasi air terjun tersebut, sekitar 100 meter terdapat air terjun kedua di balik tebing bebatuan. Untuk mencapai lokasi air terjun kedua, dengan mengikuti piggiran sungai kemudian melintasi sungai yang beraliran cukup deras, maka akan terlihat air terjun dengan ketinggian 7 meter. Alternatif lain adalah, dengan menaiki tebing batu di pinggiran sungai dengan berpegangan pada akar-akar pohon untuk menuju ke bagian atas. Air terjun ini berasal dari mata air dari pegunungan argopuro dan menurut cerita pengelola tempat wisata ini masih terdapat tujuh air terjun lagi, namun mengingat medannya cukup sulit dan berbahaya, baru dua air terjun ini yang dibuka untuk wisata, yaitu air terjun Pajangan 1 dan 2. Pengunjung bisa istirahat, bermain air dan berfoto ria dilokasi kedua air terjun ini sebelum melanjutkan perjalanan kembali menuju ke bukit P-28. Dari air terjun, kami kembali menuju ke pertigaan jalan di pinggir hutan pinus, sekitar 1,5 Km perjalanan, setelah sampai di pertigaan ikuti papan petunjuk arah ke kanan, menuju ke atas puncak P-28. Jalan menuju ke atas cukup menanjak namun untuk mempermudah pengunjung pihak pengelola sudah mmeperbaiki jalan dan membuat tanjakan yang terjal menjadi undak-undakan/ tangga, sehingga lebih mudah. Dari pertigaan menuju ke puncak P-28, sekitar 1 Km, 45 menit berjalan kaki, jadi siapkanlah stamina dan istirahat yang cukup. Setelah bertemu jalan yang agak besar di atas, di sana akan mulai terlihat berbagai hiasan-hiasan yang di sediakan untuk spot foto seperti hiasan lampion, rumah kayu, gubuk kayu, tulisan-tulisan indah dan spot selfie berbentuk love. Di akhir pekan, tempat ini cukup ramai di kunjungi terutama oleh kalangan anak-anak muda yang ingin berburu foto skalian menikmati sejuknya udara pegunungan dan menanti senja indah di puncak bukit P-28, gimana tertarik...?? Silahkan datang ke P-28.


Artikel lain :

Wisata Batu Susun dan Air terjun Solor



Bondowoso – Kabupaten di propinsi Jawa Timur ini tidak pernah berhenti berinovasi menarik perhatian para penggemar pariwisata di Indonesia. Memanfaatkan letak geografis yang dikelilingi pegunungan, sektor pariwisata banyak menawarkan pilihan wisata alam yang indah dan unik. Kunjungan team Adventure Wisata kali ini ke Bondowoso akan mencoba mengeksplore potensi wisata di salah satu wilayah di Bondowoso, yaitu di kecamatan Cerme, tepatnya di desa Solor yang kini terkenal dengan wisata “Batu susun” atau “Stonehenge Van Java” yang letaknya berada di dalam kawasan perhutani. Mari kita lihat yuk...

wisata alam di bondowoso
Batu Susun Solor, terletak di desa Solor, kecamatan Cerme, Kabupaten Bondowoso. Untuk menuju ke lokasi dari kota Bondowoso bisa ditempuh dengan kendaraan roda 2 atau 4, menuju ke arah Situbondo. Setelah melewati pabrik gula di Prajekan kira-kira sekitar 5 Km akan bertemu sebuah pertigaan, yang lurus menuju Situbondo, ambil jalan menuju ke kanan menuju Cerme dan Widuri. Setelah melewati jembatan akan bertemu pertigaan lagi yang lurus menuju ke desa Sempolan ambil ke kiri untuk menuju ke Solor. Dari kota Bondowoso menuju Solor diperkirakan memerlukan waktu tempuh sekitar 1 – 1,5 jam. Namun perjalanan menuju ke sana cukup nyaman, meskipun jalan kecil namun sudah beraspal halus, hanya beberapa bagian saja yang masih berbatu dan masih dalam tahap pengerjaan untuk di aspal. Sepanjang jalan ke Solor memang agak sepi tapi jangan kuatir banyak petunjuk arah menuju ke tempat wisata tersebut, bila kuatir salah arah bisa bertanya pada penduduk setempat. Di musim kemarau, wilayah sekitar kecamatan Cerme terutama daerah Solor akan terlihat gersang, karena tanah disini mengandung kapur yang dahulu banyak dimanfaatkan oleh perhutani untuk menanam pohon jati, hanya di bagian-bagian tertentu yang berdekatan dengan sungai saja yang terlihat masih hijau. Rata-rata masyarakat sekitar adalah petani musiman yang memanfaatkan lahan untuk bercocok tanam saat musim hujan tiba. Mereka biasa menanam jagung, singkong, ubi, kacang dan yang paling banyak adalah perkebunan mangga. Setelah melewati sekolah SD Batu Ampar belok ke kanan mengikuti jalanan beraspal  sekitar 20 menit akan mulai terlihat hamparan batu-batu besar di perbukitan di sebelah kanan jalan dan tidak lama lagi akan terlihat petugas jaga di pos masuk area wisata. Untuk masuk area wisata ini pengunjung dikenakan tarif karcis Rp.5.000,- per orang dan parkir Rp.2.000,- untuk kendaraan roda 2. Batu Susun atau dalam bahasa Madura “Betoh So’on” di Solor ini tidak kalah dengan “Stonehenge” yang ada di Amerika loh.., sama-sama dibentuk oleh proses alam selama ratusan hingga ribuan tahun batu-batu besar diperbukitan itu terbentuk seolah-olah seperti disusun. Area wisata ini telah di desain dengan baik, dilengkapi dengan gazebo-gazebo, selfie area, toilet, warung-warung yang menjual makanan dan minuman. Untuk mendekat ke area batu susun, pengunjung harus menuruni perbukitan melewati jalan setapak kecil. Terdapat 2 jalan yang satu menuju ke bukit tempat selfie area, sedangkan jalan yang memutar dibawah menuju ke bagian bawah batu susun. Tempat wisata ini cukup ramai dikunjungi bila hari minggu atau liburan dan banyak diburu oleh para penggemar Photografi. Bagi anda yang berburu spot foto disarankan sebaiknya datang di pagi hari atau sore hari, Gimana..,tertarik...? Anda tidak perlu jauh-jauh datang ke Amerika untuk melihat “Stonehenge”, di Bondowoso juga ada “Stonehenge Van Java”.


wisata air terjun di bondowoso
Air Terjun Solor, Terletak sekitar 5 Km dari wisata Batu Susun Solor, masuk ke dalam area hutan jati perhutani. Dari wisata Batu Susun Solor, bisa di tempuh dengan kendaraan roda 2 mengikuti jalanan beraspal menuju ke atas. Setelah 1 Km akan bertemu jalanan berbatu dan jalanan tanah yang berliku dan agak terjal. Disarankan menggunakan kendaraan roda 2 atau trail dan kendaran roda 4 dobel gardan 4x4, untuk mempermudah perjalanan anda. Setelah kira-kira 30 menit perjalanan melewati jalanan tanah berbatu akan bertemu sebuah desa kecil di tengah area hutan jati, di situ terdapat papan petunjuk arah ke air terjun persis sebelum masuk desa. Bagi anda yang menggunakan kendaraan roda 4, anda bisa menitipkan kendaraan anda di rumah penduduk di desa kecil ini kemudian dilanjutkan dengan jalan kaki, karena dari desa kecil ini jalanan semakin mengecil dan terjal dengan kemiringan dan disebelah kiri dan kanan adalah jurang-jurang yang dalam. Untuk anda yang menggunakan kendaraan roda 2, sebelum masuk desa kecil, di rumah pertama belok ke kanan ikuti petunjuk arah,  setelah melewati area makam desa yang terdapat pohon besar, ikuti jalan lurus agak menurun dan agak miring. Setelah melewati jalanan kecil dengan kanan-kiri jurang dan bukit, terdapat sebuah pondok kecil ditanah yang agak datar, disitu anda bisa parkir kendaraan. Di waktu hari libur kadang-kadang ada yang jaga tempat parkir ini jadi bisa menitipkan dengan membayar, tapi demi keamanan sebaiknya kendaraan dilengkapi kunci pengaman ganda. Sebelum menuju ke lokasi air terjun, disarankan siapkan perlengkapan perbekalan makanan kecil dan minum secukupnya, gunakan sepatu/sandal khusus outdoor, tali dan tongkat demi keamanan  karena medan yang dilalui adalah tanah keras berbatu tajam dengan kemiringan 60 hingga 80 derajat. Dari tempat parkir, ikuti jalan kecil berliku, menuruni lembah hingga bertemu sungai besar yang ada di dasar. Sebagai petunjuk, ikuti jalan kecil menuju ke sebuah pondok kayu yang ada di seberang sungai dan setelah menyebrangi sungai menuju ke pondok anda bisa bertanya pada pemilik pondok arah ke air terjun. Dari pondok kayu, jalanan mulai menanjak dengan kemiringan dengan sisi sebelah kanan jurang harap berhati-hati. Setelah melewati tanjakan terakhir, jalanan berubah turun dengan kemiringan 60 hingga 80 derajat, dengan medan curam dan berbatu kira-kira dengan ketinggian 100 meter lebih. Untuk turun ke bawah menuju ke sungai, ikuti jalan kecil tersebut, dengan berpegangan pada tanaman-tanaman semak yang masih kuat. Beberapa bagian jalan yang curam, oleh pemilik pondok telah dipasangi tali dari akar-akar pohon, jadi bisa dimanfaatkan untuk berpegangan atau gunakan tali yang anda bawa. Dari pertengahan perjalanan akan terlihat air terjun yang mengalir deras dengan ketinggian lebih 50 meter di tebing sebelah kanan. Setelah sampai di bawah, ikuti pinggiran sungai menuju ke air terjun sekitar 50 meteran, sampailah anda di lokasi. Area sekitar air terjun ini cukup luas dan banyak batu-batu, menurut pemilik pondok, kadang-kadang ada yang bermalam di sekitar air terjun dengan mendirikan tenda. Area air terjun ini cukup hijau dengan pohon-pohon besar, anda bisa beristirahat memulihkan tenaga untuk persiapan perjalanan pulang, berburu foto dan menyegarkan badan dengan mandi dibawah air terjun. Wisata air terjun di Solor ini tergolong wisata kelas adventure, smoga dapat menambah referensi bagi anda penggemar adventure. Smoga bermanfaat....salam adventure..*)

Artikel lain :

Pesona Bukit Kapur Di Bangkalan Madura



Bangkalan – Sebuah kabupaten yang terletak di pulau Madura dan yang paling berdekatan dengan kota Surabaya. Masyarakat di pulau Madura termasuk di kabupaten Bangkalan ini terkenal sangat religius. Masyarakat Bangkalan rata-rata bekerja sebagai petani, nelayan karena sebagian besar kabupaten Bangkalan terdiri dari dataran dengan tekstur tanah merah dan kapur juga perbukitan, sebagian lagi berbatasan dengan laut. Dahulu untuk menuju ke pulau Madura, satu-satunya akses hanya melalui pelabuhan Ujung di Surabaya menuju ke pelabuhan Kamal di Bangkalan menggunakan kapal ferri. Semenjak beroperasinya jembatan Suramadu sebagai penghubung Surabaya dengan pulau Madura, kini terlihat ekonomi di pulau Madura khususnya kabupaten Bangkalan mulai meningkat. Hal ini terlihat dengan semakin gencarnya pembangunan di berbagai sektor. Edisi jalan-jalan ke Bangkalan kali ini, team adventure wisata akan melihat pembangunan sektor pariwisata dengan memanfaatkan kontur wilayah di Bangkalan yang sebagian daratannya berupa tanah merah dan perbukitan kapur. Wisata baru ini telah menjadikan ikon pariwisata andalan di kabupaten Bangkalan dan banyak di minati para pengunjung dari Madura, luar madura bahkan hingga manca negara. Inilah beberapa wisata baru tersebut yang mungkin bisa menjadi referensi bagi anda untuk berwisata, yaitu :
wisata goa pote
kolam renang di bukit kapur jaddihBukit Kapur Jaddih, terletak di desa Parseh, kecamatan Socah, kabupaten Bangkalan. Untuk menuju ke lokasi ada 2 alternatif jalan umum dan 1 alternatif jalan tembus, namun ketiga jalan alternatif tersebut bertemu di tempat yang sama. Dari Surabaya di perlukan waktu sekitar 1 jam perjalanan menggunakan roda 2 atau 4, melewati jembatan Suramadu, setelah keluar dari gerbang Suramadu, kira 1 Km di kiri jalan terdapat jalan kecil dari bebatuan yang menanjak menuju jalan di atas kemudian belok kanan, itu adalah jalan alternatif tembus pertama, jalan alternatif kedua adalah lurus hingga bertemu trafik light pertama kemudian belok kiri dan jalan alternatif terakhir adalah trafik light kedua di pertigaan yang ke kanan menuju Sampang, ambil ke kiri hingga bertemu pertigaan dengan papan petunjuk jalan, lurus menuju bangkalan kota, ambil ke kiri menuju ke Socah/jaddih. Setelah sampai di pertigaan di depan sekolah dasar, belok ke kanan, kira-kira 2 Km di kanan jalan terdapat papan nama menuju bukit Jaddih/ kolam renang goa pote atau masyarakat sekitar sana biasa menyebut “Bedel” untuk bukit kapur. Jalan masuk menuju bukit kapur adalah jalan dari tanah, dari papan nama masuk ke kanan sekitar 1 Km. Sepanjang perjalanan masuk ke lokasi, di kanan jalan setelah rumah penduduk, akan terlihat bukit-bukit kapur yang terlihat kokoh dan beberapa bagian terdapat lubang-lubang bekas penambangan hingga membenuk sebuah goa yang beberapa diantaranya di huni ribuan kelelawar. Sampai di pintu masuk akan ditarik biaya parkir oleh petugas untuk roda 2 Rp.5.000,- dan roda 4 Rp.10.000,-. Dari pintu masuk ini terbagi 2 jalan, yang ke kiri menuju ke kolam renang goa pote dan yang ke kanan menuju bukit Jaddih. Untuk menuju ke bukit Jaddih, pengunjung akan dikenakan biaya masuk per orang 5 ribu. Dari tempat parkir akan terlihat pemandangan bukit-bukit kapur berwarna putih kehitaman yang indah seperti di pahat dan dibawah terdapat danau kecil dengan air hijau kebiruan lengkap dengan wahana perahu. Tempat ini banyak di buru oleh kalangan photografi untuk berburu spot foto, selfie dan foto-foto prewedding. Di area wisata ini telah disediakan fasilitas umum seperti toilet, mushola, tempat-tempat yang menjual makanan dan minuman. Sedikit tips bagi anda yang berkunjung ke sini, sebaiknya berkunjung saat pagi atau sore hari, karena selain lokasinya panas terik matahari juga waktu yang tepat untuk berburu spot foto dan jangan lupa untuk menyiapkan masker,karena penambangan di perbukitan ini masih aktif sehingga menimbulkan banyak debu.

wisata bukit kapur 1 arosbaya
goa di bukit kapur arosbayaBukit Kapur Arosbaya, terletak di desa Tambengan, kecamatan Arosbaya, kabupaten Bangkalan. Untuk menuju ke lokasi dari Surabaya, diperlukan waktu tempuh hingga 1,5 – 2 jam, melalui jembatan Suramadu bisa menggunakan kendaraan roda 2 atau 4, langsung menuju ke pertigaan besar yang ke kanan ke arah Sampang, ambil arah kiri menuju ke kota Bangkalan. Untuk menuju ke Arosbaya ada 2 alternatif jalan, pertama lewat kota Bangkalan dengan waktu tempuh lebih lama, kedua melalui jalan alternatif ke arah Geger, dengan jalan lebih kecil, lumayan sepi namun waktu tempuh lebih cepat. Start dari pertigaan dengan papan petunjuk arah ke kiri menuju socah/jaddih, ambil jalan lurus ke arah kota Bangkalan, kira-kira sekitar 3 Km, dari pertigaan di kanan jalan ada papan petunjuk arah menuju Geger sebagai jalan alternatif menuju Arosbaya. Team adventure wisata, memilih jalur alternatif ini untuk menuju ke Arosbaya melewati depan pondok pesantren Al-hikam, lurus melawati pasar tona’a hingga bertemu pertigaan kecil dengan papan petunjuk arah ambil ke kiri untuk menuju Arosbaya hingga bertemu puskesmas persis di pertigaan, kemudian belok kanan menuju ke arah pesarean/makam air mata ibu. Setelah bertemu pasar di pertigaan, ambil arah kiri menuju ke makam air mata ibu, kira-kira 3 Km dari pertigaan, di dekat sebuah masjid, di kanan jalan terdapat papan petunjuk wisata goa kapur 2 dan untuk wisata goa kapur 1, persis dikanan jalan, 20 meter sebelum pintu masuk menuju makam, terdapat jalan kecil, ikuti jalan itu sekitar 500 meter akan sampai di area bukit kapur. Untuk masuk ke lokasi wisata batu kapur Arosbaya ini pengunjung dikenakan biaya parkir, Rp.5.000,- untuk sepeda motor dan Rp.10.000,- untuk mobil dan biaya tiket masuk Rp.5.000,-/per orang. Bukit kapur di Arosbaya ini memiliki ciri khas tersendiri, berbeda dengan bukit kapur yang ada di Jaddih. Bukit kapur di Arosbaya memiliki warna merah,kuning keemasan, karena tekstur tanah yang lebih dekat ke pegunungan. Bukit kapur di Arosbaya ini juga menyajikan pemandangan yang lebih hijau dan sejuk karena masih banyak pepohonan di sekitarnya. Tempat wisata ini banyak di buru oleh pecinta photografi untuk berburu spot foto, terutama untuk foto-foto prewedding terutama di hari-hari liburan pagi hari atau sore. Dengan luas area perbukitan mencapai 3 hektar, pengunjung bisa leluasa untuk berjalan menelusuri bagian perbukitan sambil menikmati udara sejuk khas pegunungan. Perbukitan kapur ini terdapat banyak jalan-jalan kecil dan goa-goa di dalamnya, yang bisa menjadikan banyak pilihan untuk berburu spot foto terbaik. Area wisata bukit kapur ini juga sudah dikelola dengan baik, meskipun penambangan masih berjalan, di tempat ini juga telah disediakan fasilitas umum seperti toilet, mushola, tempat-tempat yang menjual makanan dan minuman, jadi pengunjung akan merasa betah berlama-lama di tempat ini. Smoga perjalanan wisata ini bisa menjadi inspirasi bagi anda sebagai referensi wisata anda bersama teman dan keluarga, trims...*)

Artikel lain :

Air Terjun Cantik Yang Tersembunyi di Hutan Bondowoso



Bondowoso- Berkunjung ke kota yang terkenal dengan sebutan “kota tape” ini memang tidak ada bosannya, banyak hal menarik yang membuat betah berkeliling hingga ke seluruh pelosok Bondowoso. Salah satu hal yang menarik itu tentu saja adalah pariwaisatanya yang cukup dikenal hingga manca negara seperti kawah ijen dan Bukit Megasari yang digunakan event paralayang internasional. Edisi jalan-jalan ke kota Bondowoso ini kita akan mencoba mengekplorasi destinasi wisata baru bagi para penggemar adventure, yaitu sebuah wisata alam air terjun yang keberadaannya belum banyak diketahui orang, bahkan belum punya nama karena tersembunyi di tengah hutan belantara yang terletak di lereng sebelah timur Gunung Raung. 

air terjun di bondowoso
Air Terjun Hutan Sibulet
Terletak di hutan Sibulet, diarea hutan lindung milik perhutani, sekitar 60 Km dari kota Bondowoso. Untuk menuju ke lokasi, kami start dari desa Sukorejo, kecamatan Sumberwringin menuju ke arah kawah ijen dengan menyewa guide lokal. Dari desa Sukorejo diperlukan perjalanan sekitar 30 menit hingga sampai di tepi jalan masuk hutan Sibulet. Kemudian ikuti jalanan setapak yang turun naik sekitar 3 - 5 Km melintasi perkebunan kopi, hingga mencapai pondok kayu di tengah perkebunan kopi milik pak siti. Jalanan ini hanya bisa dilewati menggunakan sepeda motor, disarankan menggunakan ban trail jangan menggunakan motor matic dan di musim hujan hanya bisa dilewati dengan berjalan kaki karena jalanan cukup licin, jadi disarankan ke tempat ini saat awal musim kemarau yang biasanya berbarengan dengan musim petik kopi. Di pondok kayu tersebut bisa digunakan tempat istirahat sekaligus tempat penitipan sepeda motor dan sebaiknya gunakan kunci pengaman tambahan. Dari pondok kayu ini, untuk menuju ke lokasi air terjun, ikuti jalan kecil dari arah sebelum ke pondok, jalannya ada di sebelah kanan jalan, ikuti jalan di tengah perkebunan kopi tersebut hingga bertemu lahan miring yang cukup ekstrem, cari jalan memutar mengikuti pipa air, turun menuju ke sungai yang ada dibawah. Karena lokasinya berada di tengah hutan lindung, disarankan menggunakan celana panjang dan sepatu boot atau sandal/sepatu khusus outdoor, selain untuk keamanan dari gangguan binatang seperti ular dan lain-lain juga disarankan membawa golok untuk membuka jalan dari sungai menuju air terjun karena banyak ditumbuhi tanaman yang bisa menyebabkan kulit panas dan gatal. Tentu saja yang paling penting adalah siapkan stamina, jangan lupa bawa air minum dan makanan dan lebih aman lagi disarankan membawa tali dan tongkat, karena dilahan miring ini tanahnya sering longsor, jadi hati-hati. Setelah sampai di pinggir sungai kecil dengan air yang jernih dan beraliran lumayan deras, dilanjutkan menyebrangi sungai. Dari pinggiran sungai sudah terlihat 2 buah air terjun yang alirannya jatuh dari atas bukit batu setinggi 15 meteran yang airnya berasal dari mata air di atasnya. Gunakan golok untuk membersihkan jalan di pingiran sungai untuk membuka jalan menuju ke air terjun, sekitar 30 meter dari pinggiran sungai. Air terjun ini benar-benar masih alami, airnya jernih dingin menyegarkan dengan bebatuan dan batang kayu besar ada dibawahnya, menambah kesan eksotik. Di tempat ini anda bisa menghabiskan waktu sambil beristirahat, bermain air, mandi dan berburu foto cantik.


air terjun di bondowoso
Air terjun Hutan Sipeltas
Terletak di area hutan lindung di kawasan perhutani hutan sipeltas, dalam bahasa setempat “sipeltas” berarti terlempar/melenting. Lokasi jalan masuk hutan Sipeltas ini sekitar 5 Km dari jalan masuk hutan Sibulet, arah ke atas menuju kawah ijen. Bila anda ragu-ragu bisa bertanya pada orang penduduk desa atau lebih aman membawa guide lokal. Dari tepi jalan masuk menuju hutan Sipeltas, ikuti jalan setapak turun naik melintasi perkebunan kopi, dengan jarak sekitar 5 Km hingga bertemu sebuah pondok besar milik pak salim. Di pondok ini anda bisa beristirahat, menitipkan sepeda motor dan bertanya jalan menuju ke air terjun. Pondok pak salim ini digunakan untuk tempat pengolahan kopi, terlihat banyak peralatan pengolah yang lengkap, bahkan terdapat genset kecil yang bila malam hari bisa digunakan sebagai penerangan, bahkan air pun cukup melimpah di tempat ini, cocok bila anda ingin bermalam ditempat ini sambil berapi unggun di malam hari. Pak salim pemilik pondok ini sangat ramah dan baik hati, bahkan beliau bersedia mengantar kita menuju ke lokasi air terjun. Dari pondok ikuti jalan kecil ditengah perkebunan kopi disamping pondok dengan berjalan kaki atau menggunakan sepeda motor bila berani hingga mencapai batas tepi hutan, kira-kira 2 Km. Dari tepi hutan ini, masuk menembus ke hutan melewati rimbunnya semak-semak yang pasti jarang dilewati orang. Gunakan golok untuk membuka semak-semak dan harap berhati-hati karena banyak tanaman gatal dan ular. Suasana sepanjang perjalanan cukup sepi dan menyegarkan di tengah rimbunya pohon-pohon besar berusia ratusan tahun, bila beruntung bisa bertemu hewan hutan seperti burung-burung, monyet, babi hutan, ular piton, kijang dan berbagai jenis hewan langka yang dilindungi, bahkan di area hutan ini kemungkinan masih terdapat habitat harimau tutul. Setelah menembus semak-semak, dilanjutkan berjalan melipir dilereng perbukitan yang dibawahnya terdapat jurang, harap waspada akan tanah longsor. Setelah itu, ikuti jalan menurun hingga mencapai tepi sungai. Dari pondok ke tepi sungai kurang lebih memerlukan waktu sekitar 1,5 jam dengan berjalan kaki. Dari tepi sungai tersebut sudah terlihat air terjun cantik setinggi 20 meteran dengan aliran deras dan jernih yang masih alami, jatuh dari atas tebing batu. Ikuti jalan di tepi sungai, dengan membuka jalan menggunakan golok hingga mencapai air terjun. 

Inilah beberapa air terjun yang sempat kami datangi bersama teman-teman adventure, smoga bisa menambah referensi bagi anda penggemar wisata adventure. Saran kami, persiapkan stamina dan segala perlengkapan yang diperlukan demi keamanan dan ingat selalu waspada dan jangan merusak hutan dan isinya...*) 

Artikel lain :