Mewujudkan Kota Karnaval Dunia Melalui Jember Fashion Carnaval (JFC)



JFC 2005
JFC 2013JemberSebuah kabupaten yang terletak di Jawa Timur ini tidak hanya dikenal dengan kekayaan wisatanya tapi juga ragam seni budayanya. Melalui tangan-tangan kreatif para seniman yang bekerja sama dengan berbagai instansi pemerintahan dan masyarakat, kelestarian seni budaya tersebut masih terjaga hingga sekarang dan menjadi ciri khas tersendiri bagi kabupaten Jember dan menjadi warisan berharga bagi generasi selanjutnya. Salah satu wujud pelestarian seni budaya yang telah menjadi ciri khas tersendiri yang telah dimodifikasi secara moderen, unik dan kotemporer adalah melalui sebuah event tahunan yang sangat terkenal dan menjadi trend center atau contoh bagi daerah lain yaitu event Jember Fashion Carnaval atau dikenal dengan JFC.  Jember Fashion Carnaval ini adalah sebuah event acara karnaval busana yang digelar rutin tiap tahunnya di kabupaten Jember dan telah menjadi contoh bagi daerah lain untuk menyelenggarakan event serupa seperti di Situbondo dengan Best Situbondo Carnival (BSC) dan di Banyuwangi dengan Banyuwangi Ethno Carnival (BEC). Event Jember Fashion Carnaval ini termasuk karnaval busana pertama di Indonesia yang diselenggarakan di kota Jember. Event yang unik dan kreatif ini adalah berawal dari ide bapak Dynand Fariz yang juga sekaligus sebagai pendiri JFC Center. Ide ini berawal dari adanya kemeriahan acara arak-arakan budaya dalam rangka HUT kota Jember yang saat itu diikuti grup kesenian reog Ponorogo yang memadati jalan-jalan protol dan menjadi tontonan menarik bagi masyarakat. Mulai dari itulah tercipta ide untuk membuat sebuah parade dengan jalan kaki menggunakan kostum yang menarik, dengan warna yang cerah, berumbai seperti kostum kesenian reog dan dikemas secara meriah, unik,moderen dan kotemporer yang menonjolkan khas budaya asli kabupaten Jember. Sejarah awal terwujudnya event Jember Fashion Carnaval ini dimulai dari berdirinya rumah mode milik bapak Dynand Fariz pada tahun 1998, beliau ini adalah seorang praktisi ahli dalam bidang fashion yang kenyang akan teori dan pengalaman di lapangan. Pada tahun 2001 dimulailah acara pekan mode Dynand Fariz dimana selama sepekan semua karyawan memakai pakaian yang saat itu lagi menjadi trend fashion dunia dan tahun 2002 pekan mode tersebut mulai diperkenalkan dengan berparade berkeliling kampung dan alun-alun, sejak saat itulah timbul niat bapak Dynand Fariz untuk membuat JFC. Pada tanggal 1 Januari 2003 adalah awal di selenggarakan JFC dan menjadi acara JFC pertama dan berikut tema-tema yang diusung dalam event Jember Fashion Carnaval adalah :

JFC 2014
JFC 1, merupakan event pertama carnaval busana yang diselenggarakan pada 1 Januari 2003, dengan mengusung tema busana ala cowboy, punk dan gypsy.

JFC 2, Diselenggarakan pada 30 Agustus  2003, bersamaan dengan TAJEMTRA dengan mengusung tema busana asia seperti Arab, India, Maroko, China dan Jepang.

JFC 3,  Diselenggarakan pada tanggal 8 Agustus 2004, dengan mengusung tema busana Mali, Athena-Yunani, Brasil, Indian, Futuristic dan Vintage. Pada JFC 3 ini terjadi perubahan EO/event organizer dari DFC menjadi dikelola oleh JFCC.

JFC 4, Diselenggarakan pada tanggal 7 Agustus 2005 dan menjadi ajang pertama JFC yang mengangkat tema defile, terbagi menjadi 8 defile dan sebagai pembuka adalah defile archipelago dengan tema busana Jawa kemudian diikuti defile dengan tema Tsunami, Egypt, China, Grandprix, Discontruction, England dan Carribean.

JFC 5, Diselenggarakan pada tanggal 6 Agustus 2006, dengan tema utama “anxiety snd spirit of the world, yang menampilkan trend fashion dunia seperti soft baroque, mock snop, action tribes dan magic circus. Event ini dibagi menjadi 8 defile sebagai pembuka adalah defile archipelago busana Bali dan dilanjutkan defile forest, poverty, mistic, jamaika, underground, rusia dan world cup.

JFC 6, Diselenggarakan pada tanggal 5 Agustus 2007, dengan membawa visi menjadikan kota Jember sebagai kota “the world fashion carnival”. Dengan harapan JFC ini tidak hanya menjadi ikon Jember tapi bisa menjadi ikon Indonesia dan dunia. Tema yang diusung pada JFC 6 ini adalah “save our world” yang berorientasi pada human, vegetal, mineral dan imagination. Event ini dibagi menjadi 8 defile dan sebagai pembuka adalah defile busana borneo kemudian dilanjutkan dengan prison, predator, undercover, amazon, chinese opera, recycle dan anime.

JFC 7, Diselenggarakan pada tanggal 3 agustus 2008, bersamaan dengan dicanangkannya bulan visit indonesia 2008 dengan harapan event ini mampu menarik wisatawan untuk datang ke indonesia khususnya ke Jember dan menjadi magnet dunia. Event JFC 7 ini mengambil tema “world evolution” yang terinspirasi dari perubahan bumi karena ulah manusia yang tidak terkendali. Event ini terbagi menjadi 9 defile, yang dibuka dengan parade JFC marching band dengan konsep yang berbeda dengan narching band lainnya, mengenakan kostum non uniform dengan konsep fashion and dancing sebagai inovasi baru yang berorientasi pada international performing art. Kemudian dilanjutkan dengan defile archipelago papua, disusul defile barricade, off eart, gate 11, roots, metamorphic, undersea dan robotic.

JFC 8, Diselenggarakan pada tanggal 2 Agustus 2009 dengan tema utama “world unity” yang berarti satukan dan damaikan dunia. Tema ini merupakan suatu pesan dalam mengatasi segala hal dalam perkembangan dunia baik dari sisi politik, ekonomi, sosial dan budaya sekaligus mengingatkan kita pada dampak global warming, krisis pangan dunia dan lain-lain. Terbagi menjadi 9 defile, sebagai pembukaan adalah penampilan JFC marching band dengan tema kostum perisai kemudian dilanjutkan dengan defile archipelago ranah minang, disusul defile upperground, animal plants, off life, hard shoft, container, techno eth dan rythem.

JFC 9, Diselenggarakan pada 8 Agustus 2010, dengan tema “world treasure” yaitu sekarang dan masa yang akan datang. Event kali ini diikuti sekitar 600 peserta dengan catwalk sepanjang 3,6 Km dan didukung dengan kostum, make up, koreografi, tata warna, karakter, stage, live & ilustration musik dengan formasi fashion runway, dance dan theatrikal sehingga menjadikan JFC sebagai satu-satunya event karnaval, yang terunik, fantastik, spektakuler dan amazing di dunia. Event ini dihadiri ratusan ribu penonton, ribuan media, photografer dan observer yang menjadikan saksi bahwa event JFC ini sebagai ajang lahirnya kreasi anak bangsa yang berhasil diwujudkan dalam mahakarya kelas dunia. Event ini dibagi menjadi 9 defile dan sebagai pembuka adalah JFC marching band dengan kostum dream sky, kemudian dilanjutkan dengan defile archipelago toraja dan disusul butterfly, thailand, cactus, kabuki, mongol, apocalypse dan voyage.

JFC 10, Diselenggarakan pada 24 Juli 2011, yang digelar secara besar-besaran di alun-alun kota Jember sebagai start dan finis di GOR Kaliwates. Event ini diikuti sekitar 600 peserta dengan catwalk sepanjang 3,6 Km. Seperti pada JFC sebelumnya, event ini dipadati ratusan ribu penonton, ribuan fotografer dan media nasional serta asing. Pada 2011 ini pula rancangan dari Dynand Fariz, yang meraih beberapa International Award seperti Runner Up 1 kategori Best Nasional Costume di ajang men hunt international 2011 di Taiwan, The winner dalam ajang mister International 2011 di Jakarta dan ajang mister universe model peagent 2011 di republik dominica. Semua rancangan yang telah meraih kategori penghargaan internasional ini, ditampilkan dalam event JFC 10 dan seperti biasa acara di meriahkan oleh JFC marching band dengan kostum, aksesoris dan makeup yang unik, amazing, fantastik dan spektakuler dengan ilustrasi musik dan koreografi yang sangat indah. Event ini di bagi menjadi 10 defile dengan tema utama “eyes triump” atau kekuatan pandangan mata. Defile pertama adalah royal kingdom yang bertema kostum raja-raja dari Inggris, kemudian dilanjutkan dengan defile punk yang terinspirasi gerakan perlawanan kaum muda pada era 60-an, defile India, defile athena yang menggambarkan peradapan yunani yang terkenal dengan sosok dewa-dewa, defile tsunami yang merupakan defile penghormatan kepada korban sunami di Aceh, defile Bali, defile borneo yang terinspirasi keindahan belantara hutan Kalimantan, defile roots yang terinspirasi dari bahan alami berupa akar dan tanah, defile animal plant yang terinspirasi dari tumbuhan atau hewan-hewan langka dan defile butterfly dengan tema mistis dan kegelapan.

JFC 11, Diselenggarakan pada tanggal 8 Juli 2012, diikuti sekitar 600 peserta dengan tema utama Extremagination yang terinspirasi dari international culture dan global fenomena. Event ini dibagi dalam 10 defile, yaitu: rome empire, madurese, oceanarium, persians, orchidaceae, savana, mushroom, dragon, trinidad &tobago, planet heredity, dengan catwalk yang sama seperti event sebelumnya. Pada JFC 11 ini untuk pertama kalinya dimeriahkan oleh artis yang menjadi peserta karnaval yaitu penyanyi Ashanty yang juga istri dari artis dan penyanyi Anang hermansyah yang asli dari kota Jember, yang tampil pada acara pembuka dengan mengenakan busana yang terinspirasi dari budaya khas Papua. Event ini disaksikan ratusan ribu wisatawan, 960 media 2800 tamu undangan VVIP dan ratusan photografer dari Jawa Timur, yang kebetulan acara ini digelar bersamaan dengan BBJ atau bulan berkunjung ke Jember.

JFC 12, Diselenggarakan pada tanggal 25 Agustus 2013, dengan mengusung tema utama “Artechsion” (Art meet technology and ilusion). Seperti pada event sebelumnya, acara ini dikemas dalam 10 defile, antara lain: tema Betawi, Tibet, Bamboo, Artdeco, Octopus, Canvas, Tribe, Beetle, Spider dan vinice. Event ini diikuti sekitar 750 peserta dengan catwalk sepanjang 3,6 Km dari alun-alun kota Jember finis di GOR Kaliwates. Pada JFC 12 ini, seluruh busana yang dikenakan para peserta adalah hasil rancangan masing-masing  team dan dibuat dengan dana sendiri dan diperagakan sendiri. Hal inilah yang menarik para peserta untuk berfikir kreatif untuk menciptakan busana yang unik dan spektakuler sesuai dengan tema. Rangkaian JFC 12 ini sebelum hari pelaksaan telah diadakan acara pembukaan sebagai perkenalan yang dikemas dalam JFC International Event 2013, yang diselenggarakan sejak tanggal 20 – 25 Agustus 2013 yang dimulai dengan Painting exhibition, photo exhibition, kuliner, JFC kids, Artwear  dan sebagai penutup acara adalah grand carnival pada hari minggu tanggal 25 Agustus 2013. JFC 12 ini tidak hanya menjadi ajang kretifitas para peserta tapi juga menjadi barometer fashion tingkat internasional bahkan beberapa busana dari peserta didesain oleh para desainer dari anak berkebutuhan khusus. Acara ini juga dimeriahkan dengan keikutsertaan artis Ashanty dan Anang hermansyah  sebagai peserta pada acara penutupan.

JFC 13, Diselenggarakan pada tanggal 24 Agustus 2014, dengan mengusung tema utama “Triangle Dynamic In Harmony. Event ini sama dengan sebelumnya yaitu dengan 10 defile seperti: Mahabarata, Tambora, Phonix, Pine forest, Apache, Borobudur, Flying kite, Wild deer, stalagmite dan chemistry. Sebelum acara puncak di tanggal 24 Agustus 2014, telah digelar serangkaian acara pembuka seperti JFC international exibition pada tanggal 20 Agustus 2014, JFC kids pada tanggal 21 Agustus 2014 yang diikuti sekitar 200 anak dengan kostum carnival, Performing Art pada tanggal 22 Agustus 2014 yang diperagakan sekitar 300 model, Wonderful Artchipelago pada tanggal 23 Agustus 2014.

JFC 14, Diselenggarakan pada tanggal 30 Agustus 2015, dengan mengangkat tema “out frame” yang tujuannya memberikan konsep baru yaitu mencoba membuka sesuatu yang konvensional untuk diciptakan diluar batas. Event ini menggunakan 10 defile antara lain Majapahit, ikebana, fosil, pegasus, circle, egypt, melanisia dan reog. Seperti biasa, sebelum acara karnaval puncak digelar acara exibition diantaranya pada tanggal 27 agustus 2015 parade karnaval anak yang diikuti sekitar 450 anak dari usia 4,5 tahun hingga 12 tahun. Tanggal 29 Agustus 2015, menampilkan karnaval dengan kostum khas dari beberapa propinsi seperti Bali dan Kalimantan. Event ini ditonton lebih dari 500 ribu orang dan 3711 media terdaftar untuk meliput JFC.

JFC 15, Rencananya akan digelar pada tanggal 24 Agustus 2016, dengan rangkaian acara mulai tanggal 21 – 24 Agustus 2016. Dalam JFC 15 ini, Jember akan menjadi tuan rumah karnaval yang nantinya akan diikuti 10 negara di Asia tenggara.  Tema yang akan di usung adalah “Wonderful Archipelago Carnaval Indonesia”. Event ini nantinya akan digunakan untuk memperkuat eksistensi kota Jember sebagai kota karnaval dunia dan akan menjadi karnaval terbesar di ASEAN.

Dengan adanya event tahunan yang dikemas dalam fashion karnaval ini  akan meningkatkan ekonomi Jember terutama di sektor pariwisata dan sekaligus menjadikan event ini sebagai ciri khas tersendiri bagi Jember, menjadikan JFC sebagai seni budaya yang dikonsep secara unik, kreatif, moderen, kontemporer dan spektakuler dan menjadi satu-satunya di Indonesia yang nantinya bisa menjadi contoh untuk dikembangkan di daerah-daerah lain.*)



Artikel lain :



2 comments:

  1. Jember, Kota kecil di Jawa Timur ini semakin dilirik sebagai destinasi wisata bagi pecinta busana maupun fotografer mode sejak konsisten menyenggarakan Jember Fashion Carnaval (JFC). Diklaim sebagai karnaval ketiga terbaik di dunia. Peserta karnaval dengan kostum-kostum menawan akan melintas di catwalk terpanjang di dunia, yaitu di jalan protokol kota Jember sepanjang 3,6 kilometer.

    Untuk menikmati karnaval ini tidak dipungut biaya, namun bila ingin memotret dengan nyaman dapat membeli tiket VIP untuk dapat berada di area khusus dengan posisi terbaik tanpa harus berdesak-desakan di keramaian.

    Travel Surabaya Jember

    ReplyDelete
  2. bbrp tahun belakangan selalu membawa rombongan Travel Surabaya Jember ke event JFC ini. JFC adalah parade busana unik dan spektakuler sudah berkelas dunia dan merupakan karnaval terbaik dibandingkan sejumlah karnaval lain yang ada di Indonesia. Bahkan masuk dalam 3 besar event terbaik di Indonesia versi Kemenbudpar

    ReplyDelete

Silahkan tinggalkan komentar anda, terima kasih