“Surga” Tersembunyi Di Kaki Gunung Raung (adventure to rowosari waterfall part 1)



air terjun lereng raung sumberjambe jember
Gunung Raung – Terletak di tiga kabupaten, yaitu Bondowoso,Banyuwangi dan Jember. Gunung yang sempat menjadi topik berita beberapa waktu lalu karena letusannya mengganggu penerbangan di sejumlah bandara di Surabaya, Bali, Jember dan Banyuwangi ini ternyata menyimpan potensi wisata baru yang layak untuk di kembangkan selain wisata pendakian yang hanya dapat di tempuh dari dua rute yaitu Sumberwringin – Bondowoso dan Kalibaru – Banyuwangi. Tepatnya di kaki gunung Raung, di desa terpencil bernama Rowosari, kecamatan Sumberjambe  yang juga terkenal sebagai penghasil durian dan batik tulis sumberjambe di kabupaten Jember. Dilokasi itu setidaknya terdapat tujuh air terjun dan banyak air terjun kecil yang dikenal dengan sebutan “surga tersembunyi”. Karena lokasinya yang terpencil dan benar-benar masih alami menjadikan perjalanan menuju air terjun masuk dalam kategori wisata petualangan “adventure”. Untuk menuju ke lokasi dari Jember kota menuju ke arah kecamatan Sumberjambe, setelah melewati koramil dan polsek Sumberjambe terdapat pertigaan yang lurus ke arah Ledokombo, ambil yang ke kiri, sekitar 1 Km di kiri jalan terdapat pertigaan dengan papan petunjuk air terjun lereng raung. Ikuti jalan ke kiri tersebut sekitar 2 Km hingga tiba di dusun Gerdu, desa Rowosari (perkiraan sekitar satu jam perjalanan dari kota Jember), , kemudian anda bisa menitipkan kendaraan anda di tempat parkir yang disediakan dihalaman salah satu rumah warga dengan membayar biaya parkir dan penitipan helm Rp.5.000,- untuk sepeda motor, kemudian perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki melewati perkebunan kopi dan sengon milik warga, setelah bertemu rumah ditengah perkebunan kopi yang terdapat pohon durian besar terdapat jalan setapak kecil di kiri jalan, ikutilah jalan tersebut hingga menuruni bukit dengan jalan setapak yang curam untuk menuju ke sungai (sekitar 1,5 Km dari tempat parkir). Sekedar saran bagi keamanan pengunjung yang mau menuju ke tempat ini, sebaiknya bawa persiapan perbekalan terutama air minum, gunakan sandal khusus outdoor karena medannya licin terutama dimusim penghujan, sebaiknya anda parkir kendaraan di tempat yang disediakan warga desa karena banyak yang membawa kendaraan dan diparkir diarea perkebunan mengalami kehilangan dan ikuti petunjuk dari warga setempat jangan melakukan perbuatan yang tidak pantas ditempat ini karena menurut warga tempat tersebut masih keramat (hal ini juga dibuktikan dari beberapa hasil foto kami yang menangkap beberapa keanehan) dan sebaiknya datang secara berkelompok dan bila hujan turun atau terdengar gemuruh petir di hulu sungai yang ada diarah puncak gunung Raung sebaiknya segera tinggalkan lokasi sungai, karena lokasi ini berdekatan dengan hutan yang masih alami dan dimusim hujan sering terjadi longsor dan banjir.

air terjun 7 bidadari
air terjun di sumberjambe jemberSetelah menuruni lereng disisi perkebunan yang curam sampailah di tepian sungai yang terdapat jalan turun dengan pengaman sebuah pipa besi untuk berpegangan. Jalan kebawah memang cukup curam dan licin  jadi berhati-hatilah. Rasa capek dalam perjalanan tersebut akan terbayarkan setelah tiba di lokasi, disuguhi gemericik air terjun yang pertama dengan tiga tingkatan setinggi 4 meteran di tingkat 1 dan 2, mengalir dengan air yang jernih yang berada dilereng sebelah kiri sungai, dilokasi juga terdapat rawa-rawa dan pepohonan besar dikanan kiri tebing sungai yang sangat menyejukan hati dan pikiran, serasa damai dan menyatu dengan alam. Lokasi ini cocok untuk anda penggemar natural fotografi dan memang layak tempat ini mendapat sebutan surganya air terjun, karena banyak sekali air terjun kecil-kecil disepanjang aliran sungai ini. Rata-rata pengunjung yang datang dengan membawa anak-anak hanya berada disekitar air terjun pertama ini saja. Untuk menuju air terjun kedua, medannya juga tidak mudah karena harus melewati aliran sungai dengan bebatuan yang licin berlumut  dan lebatnya pepehonan. Suasana akan semakin menantang memicu adrenalin untuk mencapai air terjun kedua, menaiki bebatuan besar yang licin, terkadang harus melewati batang pohon yang tumbang disepanjang aliran sungai dengan pemandangan baru berupa bukit yang penuh lumut dan tetesan air dari atasnya dari kejauhan terlihat seperti cahaya lampu hias berwarna putih bila terkena pantulan sinar matahari. Air terjun kedua ini mempunyai ketinggian sekitar 10 meter. Pemandangan-pemandangan baru akan didapatkan pula dalam perjalanan menuju air terjun ketiga (sekitar 1 jam perjalanan dari air terjun kedua) dengan menyusuri aliran sungai yang dibatasi tebing-tebing tinggi disisi kiri dan kanan sungai yang terlihat banyak ditumbuhi akar-akar pohon besar yang menggantung dan banyak pohon rotan yang tumbuh ke arah sungai menambah kesan mistis karena area sekitar air terjun ke tiga ini agak gelap karena sinar matahari terhalang tingginya pepohonan yang ada dihutan diatas tebing sungai. Air terjun ketiga ini memiliki ketinggian sekitar 7 meter dengan aliran diapit dinding tebing yang sempit dan alirannya mengalir deras membentuk sebuah kubangan dengan kedalaman 1 meteran persis dibawah air terjun. Bagi pengunjung yang masih baru sebaiknya menyewa pemandu “guide” dari warga setempat untuk menuju ke lokasi air terjun, karena mereka lebih mengenal medan dan harap hati-hati disekitar tepian sungai banyak ditumbuhi semak-semak yang daunnya menyebabkan gatal-gatal dan panas bila terkena kulit, sebaiknya pakai pakaian yang panjang dan bawa peralatan seperti sabit atau pisau. Dari air terjun ketiga ini, untuk menuju ke air terjun ke empat pengunjung harus memanjat tebing cadas setinggi 7 meter didekat air terjun ketiga dengan kemiringan 85 hingga 90 derajat dengan hanya berbekal pohon rotan yang menjuntai kebawah sebagai pegangan, meski begitu banyak juga pengunjung yang nekat memanjat. Akhirnya perjalanan kami hentikan hingga ditempat ini karena selain cuaca yang tidak mendukung, dihulu sedang sungai turun hujan hal ini ditandai langit yang semakin gelap dan dihulu terdengar gemuruh petir dan air sungai mulai naik dan kami tidak membawa peralatan safety untuk memanjat tebing seperti tali dan harnes, suatu saat kami akan datang lagi untuk melanjutkan adventure ini untuk melihat air terjun ke empat hingga ke tujuh. Menurut warga setempat pada hari libur tempat ini cukup rame di kunjungi, bisa mencapai 400-an pengunjung sehari dan ini menjadikan keuntungan tersendiri sebagai ekonomi tambahan bagi warga setempat. Kami berharap smoga kedepan pemerintah daerah Jember melalui dinas pariwisata bisa mengelola dan mengembangkan tempat ini menjadi salah satu “destinasi wisata” andalan di Jember, terutama dengan perbaikan akses jalan menuju ke lokasi, pengelolaan yang resmi dan penyediaan prasarana pendukung seperti tempat parkir, toilet, mushola dan tim rescue & keamanan disekitar area demi kenyamanan para pengunjung, terima kasih... sampai bertemu lagi *)



Artikel lain :

No comments:

Post a comment

Silahkan tinggalkan komentar anda, terima kasih